Proses meyakini yang cemerlang

Anak muda ini, saya tidak tahu persis berapa usianya ketika semua hal menakjubkan terjadi padanya, boleh jadi masih belasan tahun. Tapi usia tidak pernah menjadi patokan untuk menggapai penjelasan terbaik dalam hidup. Banyak yang usianya sudah puluhan tahun, tetap saja tidak paham. Sebaliknya, banyak remaja2 yang segera mengerti tanggungjawab hidupnya.

Akan saya ceritakan fragmen terbaik ketika anak muda ini bisa menggapai keyakinannya:

Proses 1
"Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam."

Proses 2
"Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat."

Proses 3
"Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan."

Proses 4
"Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan."

Perhatikan prosesnya. Di fase pertama, anak muda ini bilang, "Saya tidak suka kepada yang tenggelam."; Kesadaran atas sesuatu yang maha kuasa itu mulai hadir di hatinya. Kedua, anak muda ini bilang, "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat."; keyakinan atas sesuatu yang maha kuasa itu jelas mulai mekar tiada tara di hatinya. Ketiga, anak muda ini bilang, "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan."; dia telah menemukannya, dia tidak akan mengikuti orang2 di sekitarnya, dia tidak akan mengikuti nenek moyangnya, apapun yang diikuti orang banyak, jelas belum tentu benar, dia sekarang tahu persis apa jawabannya.

Maka tibalah dia bilang dengan sungguh2: "Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi.... dstnya."

Anak muda itu adalah Ibrahim, bapak seluruh agama tauhid. Keempat kalimat tersebut adalah terjemahan dari surah Al An'am 76-79, berurutan. Anak muda itu tidak didatangi malaikat, lantas malaikat menyampaikan kebenaran tersebut, melainkan pengetahuan dan keyakinan itu ditanamkan langsung atas izin Allah di hatinya. Allah berfiman dalam ayat sebelumnya Al An'am 75: "Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin."

Keyakinan atas agama adalah rasionalitas terbaik, pemikiran sempurna. Itu benar, ada banyak hal yang tidak kita pahami, tapi bukan berarti kita tidak bisa meyakininya. Akal pikiran kitalah yang tidak tergapai, lewat keyakinan maka semoga besok lusa kita bisa menemukan penjelasan menakjubkan tersebut.

Agama jelas untuk orang2 yang berakal. Betapa besar pujian Allah kepada orang2 yang berpikir; dan banyak sekali celaan kepada orang2 yang kurang akal, bodoh, tidak mau memikirkannya (dalam redaksi yang menyebut langsung). Maka, semoga kita selalu menggunakan akal pikiran kita, meyakini kebenaran yang ada.

{ 0 komentar... read them below or one }

Posting Komentar